Pertanian berkelanjutan merupakan pertanian yang berlanjut untuk saat ini, saat yang akan datang dan selamanya. Artinya pertanian tetap ada dan bermanfaat bagi semuanya dan tidak menimbulkan bencana bagi semuanya. Jadi dengan kata lain pertanian yang bisa dilaksanakan saat ini, saat yang akan datang dan menjadi warisan yang berharga bagi anak cucu kita.
Definisi komprehensif bagi pertanian berkelanjutan meliputi komponen-komponen fisik,  dan sosioekonomi, yang direpresentasikan dengan sistem pertanian yang melaksanakan pengurangan input bahan-bahan kimia dibandingkan pada sistem pertanian tradisional, erosi tanah terkendali, dan pengendalian gulma, memiliki efisiensi kegiatan pertanian (on-farm) dan bahan-bahan input maksimum, pemeliharaan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi tanaman, dan penggunaan dasar-dasar biologi pada pelaksanaan pertanian. 
Sebenarnya, dalam ekosistem terdapat komponen biotik, baik flora maupun fauna yang menyediakan jasa ekologi seperti: Proses dekomposisi bahan organik (daur ulang unsur hara) guna mempertahankan kesuburan tanah. Alam juga telah menyediakan pengatur dan pengendali populasi hama dan penyebab penyakit tanaman. Kemudian, alam menyediakan proses penyerbukan oleh serangga/hewan penyerbuk yang menjaga keberlanjutan reproduksi tanaman. Kesemua hal di atas itu (anggota penyusun komponen biotik) berinteraksi sesuai proses evolusi ekosistem. Apabila satu komponen hilang akan timbul goncangan ekologi yang ditandai pelonjakan salah satu komponen (misal hama), atau proses perkembangan ekosistem berjalan tidak normal (Misal: karena input pestisida dan pupuk kimia yang ngawur, tanah menjadi tidak gembur karena kehilangan mikroba pengurai).
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan sumberdaya tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) untuk proses produksi pertanian dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan seminimal mungkin. Keberlanjutan yang dimaksud meliputi : penggunaan sumberdaya, kualitas dan kuantitas produksi, serta lingkungannya. Proses produksi pertanian yang berkelanjutan akan lebih mengarah pada penggunaan produk hayati yang ramah terhadap lingkungan (Kasumbogo Untung, 1997).
Pertanian organik merupakan salah satu bagian pendekatan pertanian berkelanjutan, yang di dalamnya meliputi berbagai teknik sistem pertanian, seperti tumpangsari (intercropping), penggunaan mulsa, penanganan tanaman dan pasca panen. Pertanian organik memiliki ciri khas dalam hukum dan sertifikasi, larangan penggunaan bahan sintetik, serta pemeliharaan produktivitas tanah.

BEBERAPA PENDEKATAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PERTANIAN BERKELANJUTAN
Beberapa kegiatan yang diharapkan dapat menunjang dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan keuntungan produktivitas pertanian dalam jangka panjang, meningkatkan kualitas lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan adalah sebagai berikut:
1.       Pengendalian hama terpadu
Pengendalian Hama Terpadu merupakan suatu pendekatan untuk mengendalikan hama yang dikombinasikan dengan metode-metode biologi, budaya, fisik dan kimia, dalam upaya untuk meminimalkan; biaya, kesehatan dan resiko-resiko lingkungan. Adapun caranya dapat melalui;
-          Penggunaan insek, reptil atau binatang-binatang yang diseleksi untuk mengendalikan hama atau sebagai musuh alami dari parasit telur dan parasit larva hama tanaman.
-          Menggunakan tanaman-tanaman “penangkap” hama, yang berfungsi sebagai pemikat (atraktan), yang menjauhkan hama dari tanaman utama.
-          Menggunakan drainase dan mulsa sebagai metode alami untuk menurunkan infeksi jamur, dalam upaya menurunkan kebutuhan terhadap fungsida sintetis.
2.       Sistem rotasi dan budidaya rumput
Sistem pengelolaan budidaya rumput intensif yang baru adalah dengan memberikan tempat bagi binatang ternak di luar areal pertanian pokok yang ditanami rumput berkualitas tinggi, dan secara tidak langsung dapat menurunkan biaya pemberian pakan.
3.       Konservasi Lahan
Beberapa metode konservasi lahan termasuk penanaman alur, mengurangi atau tidak melakukan pembajakan lahan, dan pencegahan tanah hilang oleh erosi.
4.       Menjaga Kualitas Air/Lahan Basah
Biasanya lahan basah berperan penting dalam melakukan penyaringan nutrisi (pupuk anoraganik) dan pestisida.
5.       Tanaman Pelindung
Penanaman tanaman-tanaman seperti gandum dan semanggi pada akhir musim panen tanaman sayuran atau sereal, dapat menyediakan beberapa manfaat termasuk menekan pertumbuhan gulma (weed), pengendalian erosi, dan meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah.

PERTANIAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE AGRICULTURE) DI DAERAH
Pertanian berkelanjutan atau sustainable agriculture telah diterapkan oleh petani pada masa kini, berdasarkan pengalaman empiris para petani mendapatkan ilmu. Artinya pada zaman dahulu sebelum dikembangkannya ilmu pertanian, para petani sudah melakukan berbagai percobaan untuk menghasilkan hasil tani yang baik dan tentunya tidak merusak tanah atau lingkungannya, serta dapat mengendalikan atau memperkuat struktur tanah. Dengan berbagai macam percobaan yang dilakukan, para petani akhirnya mengetahui langkah tepat untuk mengelola pertanian dengan baik, ilmu yang didapatkan ini diterapkan secara turun-temurun.
Penulis akan membahas pertanian di Jln. Pomahan, Kec.Depok, Kab.Sleman, Yogyakarta. Para petani telah menerapkan sistem Pertanian Berkelanjutan tersebut, yakni Tumpang Sari dan Mulsa. Tumpang Sari di daerah ini, terdiri dari 3 jenis tanaman; cabai, kacang panjang, dan padi. Pada musim hujan, para petani akan menanam padi, sedangkan pada musim kemarau, petani akan menanamkan lahan taninya dengan tanaman kacang panjang dan cabai.

tumpang sari





penggunaan mulsa

DAFTAR PUSTAKA

Ecological Agriculture Projects. 1989. Sustainability Agriculture. EAP Publication
– 16. Macdonald College of McGill University.

Kasumbogo Untung. 1997 Peranan Pertanian Organik Dalam Pembangunan yang
Berwawasan Lingkungan. Makalah yang Dibawakan Dalam Seminar
Nasional Pertanian Organik.

date Sabtu, 24 November 2012

0 komentar to “PERTANIAN BERKELANJUTAN”

Leave a Reply:

Diberdayakan oleh Blogger.